Arsip

Archive for the ‘Sekedar Coretan’ Category

Akhirnya UAS (Ujian Akhir Semester) selese juga…

Januari 24, 2009 iaibcommunity 1 comment

Akhirnya UAS (Ujian Akhir Semester) selese juga…
Januari 24th, 2009 by ism

“Wah lega sudah rasanya”, itulah kata-kata yang keluar dari mulut teman-teman saiia setelah selesai uas, tak terkecuali saiia sendiri. Bagaimana tidak, setelah selama seminggu selesai dipusingkan dengan mata kuliah_yang kata sebagian temen saiia membosankan_kini telah usai sudah seiring dengan usainya uas. Akan tetapi tidak semua temen-temen saiia lega dengan selesainya UAS ini yang menurut mereka bak badai di depan mereka ketika mereka sedang berlabuh di tengah lautan, yang mw tidak mw harus dilewati, pasalnya sebagian dari mereka harus mengulang semester (SP/semester pendek) dan ujian remidial, karena nilai merek di bawah C.

Sebenarnya hal di atas tidak perlu terjadi, karena ada trik-trik yang dapat dilakukan untuk menghindari kenyataan pahit itu… (hiperbola gak sih saiia?) jauh sebelum uas di depan mata.

Pertama, pada saat kuliah (ini di kampus loh bukan di sekolah, karena sistem belajar di kampus dan di sekolah sudah berbeda 180 derajat), dengarkan dengan seksama apabila dosen sedang berbicara, ini hal yang mungkin membosankan, karena tidak jarang seorang dosen menerangkan hal yang sama, maksudnya itu-itu saja, atau memang karena kita telah mengerti pembahasan yang telah dibahas, tetapi di sinilah letak keberkahan dari ilmu, kesabaran dalam menghadapi guru, guru itu harus dimulyakan kawan, hmmm percaya gak percaya itulah letak keutamaan seorang guru. Kalau mencatat hal yang penting dari penjelasan seorang dosen itu harus, tentunya kawan-kawan dah pada ngerti dong.

Kedua, reviewlah setiap MK yang baru saja dipelajari. Bila temen-temen malas untuk me-review, biasakanlah sedikit demi sedikit untuk melakukannya, caranya banyak bangets, bila tmn-tmn suka mendengarkan musik, tidak ada salahnya me-review MK sambil mendengarkan musik, kan lebih enjoy, atau mungkin sambil maen ep es/pesbuk, kan ok juga tuh biar keren. Me-review pelajaran akan membantu daya ingat kita agar tidak mudah lupa. Salah satu cara untuk menambah daya tampung memory otak kita adalah dengan mengonsumsi makanan-makanan bergizi, hal ini tentu tmn-tmn dah pada tw, selain itu juga perbanyak perbuatan baik, dan kurangi perbuatan jelek, dan tinggalkan. Apakah dengan berbuat baik dan tidak berbuat jelek adalah berpengaruh bagi perkembangan otak kita? oh jelas, insya Allah akan saiia jelaskan pada next posting ya.

Ketiga, apabila tahap kedua (mereview MK setiap harinya) telah dilakukan, maka lihatlah perkembangannya, teman-teman akan lebih mudah mengingat pelajaran-pelajaran yang telah dipelajari bukan. Tahap selanjutnya adalah mereview kembali pelajaran-pelajaran yang telah dipelajari secara berkala, setiap minggu, dan setiap bulannya. Gampang bukan.

Keempat, hindari SKS (sistem kebut semalam) pada saat sehari menjelang UAS, melihat sekilas pelajaran yang akan diujikan bagus, tetapi ingat, sistem kebut semalam perlu dihindari, hal ini akan berpengaruh pada kesehatan temen-temen, juga kondisi psikologis temen-temen, bukannya menjelang uas itu harus tenang kondisi jiwanya. Lagipula, lebih baik mana antara Belajar selama lima menit tetapi rutin daripada belajar semalam suntuk tetapi hanya pada saat menjelang UAS?… hayo jujur….

Tahap terakhir, harus PEDE dan optimis dengan usaha yang telah dilakukan dan jangan sampai saking PEDE dan Optimisnya temen-temen mpe lupa ama Tuhan, doa harus tetap dilakukan. Dan jika hal-hal tersebut di atas telah dilakukan, anda siap menghadapi UAS dengan santai dan penuh percaya diri, klo bahasa kerennya sih slef konfiden.. (bener gak ya tulisannya).

OK, sekian aza ya, semoga kejadian pahit yang dialami oleh temen-temen saiia tadi tidak lagi terulang pada the next uas, dan menjadi pelajaran berharga bagi temen-temen friendster ku semuanya. amin…

CU on next posting….

Categories: Sekedar Coretan

Poligami dalam Islam

Mei 13, 2008 iaibcommunity 2 komentar

Poligami dalam Islam

Poligami merupakan syariat Islam yang akan berlaku sepanjang zaman hingga hari akhir. Poligami diperbolehkan dengan syarat sang suami memiliki kemampuan untuk adil diantara para istri, sebagaimana pada ayat yang artinya:

“Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yatim (bilamana kamu mengawininya), maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi: dua, tiga, atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya.”

Poligami merupakan syariat Islam yang akan berlaku sepanjang zaman hingga hari akhir. Poligami diperbolehkan dengan syarat sang suami memiliki kemampuan untuk adil diantara para istri, sebagaimana pada ayat yang artinya:

Read more…

Categories: Sekedar Coretan

Ujian Nasional atau teror nasional

Ujian Nasional Teror Nasional

HAJATAN besar berlabel ujian nasional sekolah lanjutan tingkat atas baru saja berakhir. Inilah perhelatan dunia pendidikan yang menjadi momok dan tidak pernah sepi dari kontroversi setiap tahun berganti.

Ujian nasional yang disebut-sebut pemerintah sebagai jurus jitu penentu mutu siswa telah berubah menjadi teror yang kian menakutkan secara nasional. Sebabnya, beban materi pelajaran yang diujikan bertambah dan standar kelulusan dinaikkan, tetapi tidak disertai dengan meningkatnya mutu guru dan fasilitas pendidikan yang setara dan merata secara nasional.

Read more…

Categories: Sekedar Coretan

Keruntuhan Teori Evlolusi

Runtuhnya Teori Evolusi Dengan 20 Pertanyaan

Teori evolusi sudah berusia 150 tahun, dan juga telah berpengaruh besar pada pandangan hidup yang dianut masyarakat. Teori ini menyatakan sebuah dusta, yaitu bahwa manusia muncul ke dunia ini sebagai akibat faktor kebetulan, dan bahwa manusia adalah suatu “spesies binatang”. Lebih jauh lagi, teori ini mengajarkan bahwa satu-satunya hukum yang berlaku adalah usaha makhluk hidup, yang hanya mementingkan diri sendiri, untuk bertahan hidup. Pengaruh gagasan ini tampak di abad kesembilan belas dan kedua puluh: manusia semakin egois, akhlak masyarakat yang memburuk, semakin merebaknya sikap mementingkan diri sendiri, sikap tidak berperikemanusiaan, dan kekerasan, tumbuh berkembangnya ideologi berdarah dan diktator seperti fasisme dan komunisme, krisis individual dan sosial karena manusia semakin jauh dari akhlak agama, …

Read more…

Categories: Sekedar Coretan