Kalam (Indo: Kalimat)

KALAM

Kebanyakan para ahli ilmu nahwu, memulai pembahasannya pada bahasan kalam. Perlu diketahui bahwa “kalam” dalam bahasa Arab berarti “kalimat” dalam dalam bahasa Indonesia, dan “sentence” dalam bahasa Inggris. Tetapi apabila dalam bahasa Arab disebutkan “kalimah”, itu artinya “kata” dalam bahasa Indonesia, dan biasa disebut “word” dalam bahasa Inggris. Jadi skemanya seperti di bawah ini:

Arab

Indonesia

Inggris

كلام

Kalimat

Sentence

كلمه

Kata

word

Pengertian kalam sendiri secara bahasa adalah perkataan atau ucapan, sedangkan menurut istilah ilmu nahwu_seperti yang tercantum dalam kitab Al Jurumiyah seperti berikut:

الكلام هو اللفظ المركب المفيد با الوضع

“Kalam adalah lafadz yang tersusun, yang berfaedah, yang disengaja”

Merujuk pada kaidah di atas, definisi kalam itu adalah suatu lafadz, lafadz itu bukan hanya satu, tetapi lebih dari satu sehingga dapat disebut tersusun, karena tersusun maka lafadz-lafadz itu berfaedah (menunjukkan suatu makna, pengertian), nah, lafadz-lafadz yang tersusun sehingga berfaedah tersebut haruslah diucapkan (keluar dari mulut) secara disengaja. Nah ringkasnya kalam itu mencakup 4 unsur yang menjadi syarat terjadinya kalam, yang mana apabila tidak ditemui salah satu dari empat unsur tersebut maka tidaklah terjadi kalam.

Adapun empat syarat kalam tersebut adalah:

1. ( اللفظ Lafadz )

اللفظ هو الصوت المشتمل على بعض حروف الهجا ئية

“Lafadz ialah suara yang mencakup sebagian huruf-huruf Hijaiyah”

Adapun syarat kalam yang pertama adalah “lafadz”, yang mana menurut pengertian di atas, lafadz adalah suara_yang di dalam suara tersebut terdapat huruf-huruf hijaiyah ( seperti alif, ba, ta, tsa dsb.) contohnya seperti kata كتاب, nah kata tersebut dinamakan lafadz, karena apabila dianalisis maka dalam kata tersebut terdapat empat huruf hijaiyah yaitu ك, ت, ا dan ب. Oke sekarang timbullah pertanyaan bagaimana, misalnya suara terompet, gendang, guitar dsb., apakah dapat dikategorikan lafadz?. Tidak karena suara-suara tersebut tidak mengandung huruf-huruf hijaiyah. Nah bagaimana jika tulisan yang ada di papan tulis, atau di buku, apakah disebut lafadz?, jawabannya tidak, karena sekali lagi, yang namanya lafadz adalah suara, dan suara tersebut hanya akan terjadi apabila diucapkan (keluar dari mulut), maka semua jenis tulisan apapun tidak dapat dikatakan lafadz, sekalipun itu tulisan Arab, kecuali jika tulisan itu dibaca/diucapkan sehingga terjadi suara, barulah dinamakan lafadz.

2. (Tersusunالمركب)

المركب هو ما تركب من كلمتين فأكثر

“Murakab adalah tersusun dari dua kalimat (kata) atau lebih”

Syarat kalam yang selanjutnya adalah murrokab, yang mana sesuai kaidah di atas, murrokab adalah terdapatnya dua kalimat (kata) atau lebih yang tersusun. Perlu diketahui bahwa kalimat (kata) yang dimaksud di sini adalah kalimat.

Misal: البستان جميل (kebun itu indah), contoh tersebut terdiri dari dua kalimat (kata) yaitu البستان dan جميل, maka contoh tersebut dinamakan murraokab (tersusun).

3. المفيد ( Mufied )

Maka setelah terpenuhinya syarat lafadz dan murokab, selanjutnya diperlukan mufid. Yang dimaksud dengan mufid adalah bahwa lafadz dan murokab tersebut haruslah memberikan pengertian yang logis yang mudah dipahami oleh si pendengar, sehingga baik yang mengucapkan maupun yang mendengar tidaklah bingung sehingga menunggu sampai selesainya ucapan.

Misalnya : البستان جميل, contoh tersebut sudah cukup dikatakan mufied, karena apabila seseorang (misalnya si A) mengucapkan contoh tersebut, maka orang yang mendengarkannya (misalnya si B) akan cepat mengerti, sehingga si B tidak akan bingung dan menanyakan kepada si B “maksud kamu apa?”, karena البستان جميل (kebun itu indah) sudah memberikan suatu pengertian yang logis dan mudah dipahami. Tetapi kalau misalnya si A tiba-tiba mengucapkan البستان (kebun), maka si B akan kebingungan karena tidak dapat memahami perkataan si A. mufied ini sangat penting karena sekalipun suatu kalimat (kata) sudah memenuhi syarat kalam sebelumnya yaitu lafadz dan murokab, tetapi tidaklah dikatakan kalam apabila tidak memenuhi syarat mufied ini. Misalnya طلب البستان (kebun mencari), sekalipun طلب البستان itu adalah lafadz, murokkab pula, tetapi tidaklah disebut Mufied karena tidak berfaedah (memberikan suatu pengertian yang logis).

4. الوضع (wado’)

Dari point 1, 2, dan 3 tersebut di atas tidaklah cukup untuk dinamakan kalam, bila belum memenuhi syarat kalam yang keempat yaitu wado’. Wado’ adalah disengaja. Jadi barulah dikatakan kalam apabila lafadz yang tersusun dan memberikan makna tersebut dalam mengucapkannya secara disengaja (dalam keadaan sadar). Maka perkataan orang yang sedang mengigau tidaklah disebut kalam. Karena dalam mengucapkannya tidak disengaja dan dalam keadaan tidak sadar pula. Begitupun perkataan orang yang kerasukan, tidaklah disebut kalam. Dan perlu diketahui, bahwa kalam tersebut hendaklah bahasa Arab, maka bahasa Indonesia, Inggris dan lainnya tidaklah disebut kalam (menurut sebagian ulama).

Jadi kesimpulannya ialah bahwa sesuatu dapat disebut kalam apabila memenuhi empat syarat kalam, yaitu lafadz, murokab, mufied dan wado’. Yang apabila kurang salah satu dari empat itu maka gugurlah untuk disebut kalam.

Referensi : Kitab Muhtasar Jiddan.

(selanjutnya: Pembagian Kalimat)

3 thoughts on “Kalam (Indo: Kalimat)

  1. ass…
    nymph, ternyata cara belajar kamu seperti itu ya???
    tapi aku curiga jangan-jangan itu cuma salinan kamu n bukan hasil saduran dari memory pentium 4 mu……??hehehe…

    exactly, my opinion about your analysist is great and wonderfull
    it’s very helpfull for the reader like me but i think, you must be more creative n attractive

    ok, see you next time……..

  2. wass…. fairy, seberapapun pintarnya para intelektual, maka dalam menulis atau mengemukakan pendapatnya yang berkaitan dengan keilmuwan, maka dibutuhkan referensi utk memperkuat tulisan dan pendapatnya itu, juga untuk meyakinkan pembaca dan penyimak. ok!!!
    thx 4 visiting 2 my web.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s